Apa yang Baiknya Dilakukan Setelah Terkena PHK di Indonesia

PHK sering datang tanpa aba-aba.
Satu hari masih bekerja, keesokan harinya status berubah.

Dan yang paling berat sering kali bukan soal uang,
tapi perasaan:

  • kaget

  • takut

  • malu

  • bingung harus mulai dari mana

Kalau kamu baru saja terkena PHK, tarik napas dulu.
Artikel ini akan memandu kamu langkah demi langkah, secara realistis dan sesuai konteks Indonesia.



Pertama: Tenangkan Diri (Ini Bukan Basa-basi)

PHK adalah kejadian hidup, bukan identitas diri.

Kamu boleh:

  • sedih

  • marah

  • kecewa

Itu reaksi normal.
Yang perlu dihindari hanya satu: panik mengambil keputusan besar dalam kondisi mental rapuh.

Hari ini fokus bertahan dulu. Besok baru merencanakan.


Langkah 1: Pastikan Status & Hak Kamu Jelas

Sebelum memikirkan pekerjaan baru, bereskan administrasi lama.

Cek Hal-Hal Ini:

  • Surat resmi PHK

  • Alasan PHK (efisiensi, kontrak habis, pelanggaran, dll)

  • Tanggal terakhir kerja

  • Hak yang diterima

Hak yang Umumnya Ada di Indonesia:

(Tergantung status karyawan & perjanjian kerja)

  • Uang pesangon

  • Uang penghargaan masa kerja

  • Uang penggantian hak

  • Gaji terakhir

  • BPJS Ketenagakerjaan

Kalau ada yang tidak jelas, boleh bertanya ke HR. Itu hakmu, bukan merepotkan.


Langkah 2: Urus BPJS & Program Pemerintah (Penting!)

Banyak orang melewatkan ini karena panik.

1. BPJS Ketenagakerjaan

Pastikan:

  • status kepesertaan jelas

  • saldo JHT tercatat

Kamu bisa:

  • mencairkan JHT (sesuai aturan)

  • atau menyimpannya dulu

2. Program JKP (Jika Terdaftar)

JKP (Jaminan Kehilangan Pekerjaan) menyediakan:

  • uang tunai sementara

  • akses pelatihan

  • bantuan pencarian kerja

Tidak semua orang dapat, tapi perlu dicek.


Langkah 3: Buat Peta Keuangan Darurat (Versi Jujur)

Ini bukan soal ideal, tapi soal bertahan.

Lakukan Ini:

  • Catat uang yang tersedia

  • Hitung pengeluaran wajib (makan, kontrakan, listrik)

  • Pangkas semua yang bisa ditunda

Target awal:

Bertahan 2–3 bulan dengan aman.

Ini bukan kemunduran. Ini strategi.


Langkah 4: Jangan Langsung Lompat ke Pekerjaan Baru (Kalau Bisa)

Godaan terbesar setelah PHK adalah:

“Yang penting kerja dulu.”

Tidak selalu salah, tapi tidak selalu bijak.

Tanya diri sendiri:

  • Aku butuh uang cepat?

  • atau aku butuh arah baru?

Kalau memungkinkan, gunakan waktu ini untuk:

  • evaluasi pekerjaan sebelumnya

  • mengenali batas mental

  • memikirkan opsi yang lebih sehat

PHK bisa jadi jeda paksa yang menyelamatkan.


Langkah 5: Rapikan CV & Profil Digital

Sambil menenangkan diri, lakukan persiapan pelan-pelan.

Prioritas:

  • Update CV (ringkas & jujur)

  • Perbarui LinkedIn

  • Catat pencapaian, bukan cuma tugas

Tidak perlu langsung melamar ke mana-mana.
Yang penting: siap ketika kamu siap.


Langkah 6: Jaga Kesehatan Mental (Serius)

PHK sering menyerang harga diri.

Tanda kamu perlu ekstra perhatian:

  • sulit tidur

  • merasa tidak berguna

  • menarik diri dari orang lain

  • cemas berlebihan

Hal sederhana yang membantu:

  • rutinitas harian kecil

  • bicara dengan orang terpercaya

  • menulis isi kepala

Kamu kehilangan pekerjaan, bukan nilai dirimu.


Hal yang Sebaiknya TIDAK Dilakukan Setelah PHK

  • Mengurung diri total

  • Membandingkan diri dengan orang lain

  • Menyalahkan diri berlebihan

  • Membuat keputusan besar saat emosi masih kacau

Pelan-pelan itu bukan malas.
Itu bentuk perawatan diri.


PHK Bukan Akhir Cerita

Banyak orang:

  • menemukan pekerjaan lebih sehat

  • pindah jalur yang lebih cocok

  • belajar menghargai diri sendiri

bukan meskipun terkena PHK,
tapi karena mereka berhenti sejenak dan berpikir ulang.


Kalau Kamu Sedang di Fase Ini

Satu hal penting untuk diingat:

Kamu tidak tertinggal. Kamu sedang menata ulang.

Dan itu butuh keberanian.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Apa yang Baiknya Dilakukan Setelah Terkena PHK di Indonesia"

Posting Komentar